Apa itu shareholders agreement? Shareholders Agreement (SHA) merupakan perjanjian antara dua atau lebih pemegang saham yang mengatur hubungan, hak, kewajiban, serta kesepakatan mereka dalam perusahaan. Melalui dokumen ini, para pemegang saham dapat menyepakati berbagai hal penting, mulai dari pengambilan keputusan, pengelolaan investasi, pengalihan saham, hingga penyelesaian perselisihan.

Dalam praktiknya, kesepakatan ini membantu perusahaan yang memiliki beberapa pemegang saham dengan kepentingan berbeda. Para pihak dapat menetapkan aturan kerja sama sejak awal sehingga mereka memiliki pedoman ketika menghadapi keputusan penting. Namun, SHA bukan pengganti anggaran dasar dan tidak dapat mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu, para pemegang saham perlu menyusun setiap klausul secara cermat.

Apa Itu Shareholders Agreement dalam Struktur PT?

Apa itu shareholders agreement dalam konteks PT? Secara sederhana, SHA merupakan kesepakatan kontraktual yang mengikat pihak-pihak yang menandatanganinya. Pemegang saham dapat menggunakan dokumen ini untuk mengatur hubungan mereka secara lebih rinci sesuai kebutuhan bisnis.

Sementara itu, Undang-Undang Perseroan Terbatas mengatur struktur dan mekanisme perseroan, termasuk saham, RUPS, Direksi, dan Dewan Komisaris. UUPT Nomor 40 Tahun 2007 tetap menjadi dasar utama perseroan dan telah mengalami perubahan melalui regulasi setelahnya, termasuk UU Nomor 6 Tahun 2023.

Dengan demikian, SHA dan anggaran dasar menjalankan fungsi yang berbeda. SHA mengatur kesepakatan kontraktual antara para pihak, sedangkan anggaran dasar mengatur kerangka hukum perseroan.

Apa Itu Shareholders Agreement dan Apa Fungsinya?

Apa itu shareholders agreement jika dilihat dari fungsi bisnisnya? Dokumen ini dapat menjadi pedoman bagi pemegang saham ketika mereka menghadapi keputusan strategis. Dengan kesepakatan yang jelas, para pihak dapat menentukan mekanisme kerja sama sebelum muncul perbedaan kepentingan.

Pemegang saham dapat mengatur hak dan kewajiban, mekanisme pengambilan keputusan, kebijakan dividen, kebutuhan tambahan modal, pengalihan saham, serta mekanisme keluar dari perusahaan.

Selain itu, para pihak dapat menentukan mekanisme penyelesaian perselisihan. Mereka dapat menyepakati tahapan negosiasi atau metode penyelesaian sengketa sebelum menempuh langkah hukum lebih lanjut.

Isi Penting dalam Shareholders Agreement

Setiap perusahaan dapat memiliki kebutuhan berbeda. Karena itu, para pemegang saham perlu menyesuaikan isi SHA dengan struktur kepemilikan dan model bisnis yang mereka jalankan.

Pertama, para pihak dapat mencantumkan identitas dan komposisi kepemilikan saham. Informasi tersebut memperjelas posisi masing-masing pemegang saham dalam hubungan kontraktual.

Kedua, para pihak dapat mengatur keputusan yang membutuhkan persetujuan tertentu. Ketentuan ini dapat membantu perusahaan menghadapi keputusan strategis seperti perubahan kegiatan usaha, pendanaan, ekspansi, atau tindakan korporasi tertentu.

Ketiga, para pemegang saham dapat menyepakati pembagian keuntungan dan kebutuhan modal tambahan. Ketentuan tersebut menjadi penting ketika para pemegang saham memiliki kemampuan pendanaan yang berbeda.

Selanjutnya, para pihak dapat mengatur pengalihan saham. Klausul tersebut dapat menentukan prosedur ketika salah satu pemegang saham ingin menjual sahamnya atau menawarkan saham kepada pihak lain.

Terakhir, para pihak dapat mengatur kerahasiaan, penyelesaian sengketa, serta kondisi yang memungkinkan salah satu pemegang saham keluar dari investasi.

Perbedaan SHA dan Anggaran Dasar PT

Perjanjian pemegang saham memiliki fungsi berbeda dari anggaran dasar. Anggaran dasar menjadi bagian dari dokumen pendirian dan tata kelola PT yang mengikuti ketentuan UUPT. Sebaliknya, SHA berfokus pada kesepakatan antara pemegang saham yang menjadi pihak dalam perjanjian.

UUPT juga memberikan sejumlah hak kepada pemegang saham. Misalnya, pemegang saham memiliki hak untuk menghadiri dan memberikan suara dalam RUPS serta menerima dividen dan bagian kekayaan hasil likuidasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, pemegang saham tidak dapat menggunakan SHA untuk menghilangkan hak yang diberikan undang-undang. Para pihak juga tidak dapat menggunakan kesepakatan tersebut untuk mengambil alih kewenangan RUPS, Direksi, atau Dewan Komisaris dengan cara yang bertentangan dengan UUPT dan anggaran dasar.

Dengan kata lain, SHA dapat mengatur komitmen kontraktual para pihak, tetapi para pemegang saham tetap harus menghormati aturan wajib yang mengikat perseroan.

Kapan Perusahaan Membutuhkan SHA?

Perusahaan dapat mempertimbangkan SHA ketika dua atau lebih pemegang saham memiliki kepentingan, kontribusi, atau peran yang berbeda. Dokumen ini membantu para pihak menyepakati aturan hubungan bisnis sebelum mereka menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan konflik.

Misalnya, satu pemegang saham menyediakan modal, sedangkan pemegang saham lain menjalankan operasional perusahaan. Para pihak dapat mengatur komitmen masing-masing melalui SHA selama ketentuannya tidak bertentangan dengan hukum dan kewenangan organ perseroan.

SHA juga dapat membantu ketika perusahaan menerima investor baru. Para pemegang saham dapat menyusun kesepakatan mengenai investasi, pengalihan saham, perlindungan kepentingan, dan mekanisme pengambilan keputusan sesuai kebutuhan bisnis.

Namun, tidak semua perusahaan membutuhkan SHA. Jika struktur kepemilikan sederhana dan para pemegang saham tidak memerlukan pengaturan tambahan, anggaran dasar serta ketentuan hukum yang berlaku dapat menjadi dasar utama tata kelola perusahaan.

Baca Juga: Tingkat Risiko Usaha OSS: Kenali Kategori & Izin Bisnis Anda

Syarat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Tidak ada format SHA yang wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Para pihak dapat menyusun perjanjian berdasarkan kebutuhan bisnis dan hubungan hukum mereka.

Namun, para pihak tetap harus memenuhi syarat sah perjanjian. Mereka harus memiliki kesepakatan, kecakapan, objek yang jelas, serta tujuan yang tidak bertentangan dengan hukum. Selain itu, setiap pihak perlu memastikan bahwa orang yang menandatangani perjanjian memiliki kewenangan yang tepat.

Sebelum menandatangani SHA, pemegang saham juga perlu memeriksa anggaran dasar, komposisi kepemilikan, kewenangan organ perseroan, serta ketentuan mengenai pengalihan saham.

Kemudian, apabila perusahaan melibatkan investor asing, para pihak perlu memperhatikan ketentuan penanaman modal dan bidang usaha yang berlaku. Struktur investasi harus mengikuti ketentuan yang mengatur penanaman modal asing.

Legalitas PT Menjadi Fondasi Hubungan Pemegang Saham

Sebelum menyusun kesepakatan antar pemegang saham, perusahaan perlu memiliki struktur legalitas yang jelas. Pemilik bisnis perlu menyiapkan pendirian PT, komposisi saham, anggaran dasar, organ perseroan, serta data pemegang saham secara tepat.

Jika Anda membutuhkan bantuan mendirikan perusahaan, Jasa Pembuatan PT dapat membantu menyiapkan pendirian badan usaha dan kebutuhan legalitasnya. Selain Jasa Pembuatan PT, tersedia pula Jasa Pembuatan Izin Usaha, Jasa Pendirian CV, serta layanan pendirian PT PMA bagi investor asing.

Dengan legalitas yang tertata sejak awal, pemegang saham dapat membangun hubungan bisnis dengan dasar yang lebih jelas. Selain itu, struktur perusahaan yang rapi membantu proses pengembangan usaha dan masuknya investor baru berjalan lebih terarah.

Penutup

Memahami apa itu shareholders agreement membantu calon pemilik bisnis mengetahui fungsi perjanjian antar pemegang saham dalam sebuah PT. Dokumen ini dapat mengatur berbagai aspek hubungan para pihak, mulai dari keputusan strategis hingga pengalihan saham dan penyelesaian perselisihan.

Namun, kesepakatan tersebut harus tetap mengikuti UUPT, anggaran dasar, serta peraturan lain yang berlaku. Karena itu, pemegang saham sebaiknya memeriksa setiap klausul dengan cermat sebelum menandatangani perjanjian.

Jika Anda sedang mempersiapkan pendirian PT bersama partner bisnis, pastikan struktur kepemilikan dan legalitas perusahaan sudah tertata sejak awal. Dengan persiapan yang tepat, hubungan antar pemegang saham dapat berjalan lebih profesional dan mendukung perkembangan bisnis dalam jangka panjang.

Segera kunjungi website Jasa Pembuatan PT untuk mendapatkan informasi legalitas usaha. Anda juga dapat menghubungi kami melalui Instagram resmi @jasapembuatanptid atau WhatsApp resmi kami untuk menikmati layanan konsultasi gratis.